A NOVEL THAT CHANGES SOMEONE’S LIFE

Posted: November 4, 2012 in Flash Fictions
Tags:

[COPYRIGHTED!]

Joining : Our Book

Held by : Bookoopedia 

Status    : Didn’t win

(P.S: I modified it a bit) 

Aku menghempaskan tubuhku ke atas sofa. Sungguh hari yang melelahkan. Belakangan ini, aku sangat disibukkan oleh berbagai tugas sekolah. Saking banyaknya, aku jadi banyak pikiran dan susah tidur. Sungguh lelah, baik fisik maupun mental.

Hujan turun dengan derasnya hari ini. Suara gemericik air dan angin yang berhembus sejuk membuatku merasa sedikit lebih baik. Suasana seperti ini membuatku ingin tidur, tetapi aku tidak bisa. Aku harus…

“Jangan lupa ngepel, ya. Mama udah nyapu tadi.” Mamaku mengingatkan.

Aku menghela nafas. Yup, hari ini jadwalku mengepel. Aku tidak bisa tidur siang. Aku harus  mengepel, belum lagi belajar untuk ulangan besok. Aku mendesah kesal. Hidup ini benar-benar menyedihkan. Sejak Papa meninggal, Mama menggantikan Papa untuk menjadi tulang punggung keluarga.

Kehidupan kami memang tidak memburuk Everything’s under control. Hanya saja, karena tidak ada pembantu yang cocok, akhirnya Mama memutuskan untuk tidak memperkerjakan pembantu lagi, dan memilih untuk mengerjakan semuanya sendiri. Kami membeli mesin cuci, jadi urusan mencuci baju pun tidak menjadi masalah. Mama tinggal menjemur dan menyetrika baju yang sudah selesai dicuci. Urusan menyapu kadang diurus oleh Mama, kadang oleh adikku, sedangkan urusan mengepel itu bagianku.

Untung pekerjaan Mama tidak terlalu mengikat, sehingga Mama masih sempat mengurus rumah.  Dan untungnya rumah kami kecil dan tidak bertingkat, sehingga tidak sulit untuk membersihkannya.

Aku tidak terlalu keberatan dengan pembagian tugas ini. Toh aku hanya mengepel dua kali seminggu. Hanya saja, ketika aku sedang diserang kesibukan bertubi-tubi, rasa malas ikutan menyerbu. Aku berusaha untuk menerima dan mensyukuri hidup, tapi itu bukanlah hal yang mudah. I always end up complaining. Apalagi jika bertemu teman-temanku yang kadang menyebalkan. Aku selalu berusaha baik pada mereka, dengan membantu mereka di kala kesulitan. Tetapi, kebaikanku itu malah mereka manfaatkan untuk kepentingan sendiri. Sebenarnya, aku ingin membantu dengan ikhlas, namun, sepatah kata ‘terima kasih’ wouldn’t hurt, right? I bet saying that word is as easy as breathing. But they never did.

Mereka tidak mengerti kehidupanku sudah cukup berat. Aku harus bertahan hidup. Mungkin kedengarannya berlebihan. Bukannya aku hidup menderita karena miskin dan harus berjuang hidup demi mendapat sesuap nasi. Tidak, bisa dibilang hidupku enak. Semua kebutuhanku terpenuhi. Tapi, aku harus mengatur hidupku – terutama waktuku, dengan baik.

Terlebih saat aku sudah duduk di kelas 12. Aku harus memfokuskan diriku pada pelajaran, belum lagi memikirkan kuliah dan masa depanku. Aku juga harus mengerjakan chores dan membantu Mama di rumah. Aku juga memiliki hobiku sendiri, dan beberapa talenta yang ingin kukembangkan. Namun, waktuku tidak cukup untuk memenuhi semua itu, makanya aku harus pintar-pintar mengatur waktu. Aku harus selalu berlari mengejar waktu.

Tapi temanku kadang menambah beban saja, dengan meminta bantuan tanpa pikir panjang. Aku ingin menolak, namun entah mengapa, I will always end up helping them. Mereka membuatku merasa seolah-olah menjadi orang baik adalah hal tersulit di dunia. Kadang aku hanya bisa menggerutu dalam hati.

Di saat-saat seperti ini – saat aku benar-benar down, saat aku merasa kehidupanku benar-benar berat, aku menyempatkan diri untuk melepas semua beban itu, menarik nafas segar, dan menuangkan semua kelelahanku pada hal-hal yang kusukai, misalnya pada hobiku. Kadang aku meluangkan waktu untuk menonton televisi, mendengarkan lagu, menyanyi, menari, memainkan alat musik, dan yang paling sering, membaca dan menulis.

Suatu hari, setelah selesai melakukan semua tugas dan chores-ku, aku memutuskan untuk membaca novel Heaven on Earth, karya Kaka HY. Novel ini tidak terlalu tebal, dan alur ceritanya tidak sebagus novel-novel lain yang pernah kubaca. Namun, amanat dari novel ini benar-benar menyentuh hati dan menyadarkanku. Kehidupan salah satu tokoh di novel itu – Carla, mirip dengan kehidupanku. Ayahnya juga sudah meninggal, sehingga ia hanya hidup dengan ibu dan adiknya.

Heaven on Earth

Ibunya harus bekerja dan ia harus membantu ibunya. Ia mengeluh akan hidupnya yang sulit. Ia tertekan oleh semua tanggung jawab yang harus ia tanggung seorang diri. Ia ingin menjalani hidup seperti remaja lain. Ia terus mengutuki nasibnya, hingga akhirnya ia sadar, ia tidak sendirian. Bukan hanya ia yang menanggung beban, tetapi ibunya juga, bahkan lebih berat daripadanya. Namun, ibunya tetap gigih dan tidak mengeluh. Ia pun tersadar bahwa ia harus bertahan dan menopang ibunya.

Kisah ini menyadarkanku, bahwa aku harus bersyukur atas hidupku dan menjalaninya dengan tabah. Jika Carla saja bisa berjuang untuk hidupnya, maka aku juga bisa. Hidup Carla bisa dibilang lebih berat dariku. Ia lebih muda, dan ia harus menjaga adiknya yang masih kecil. Adikku sudah besar, bahkan bisa membantu urusan rumah tangga. Ibunya hanya bekerja dengan gaji kecil, sedangkan pekerjaan Mama cukup memadai, sehingga hidupku lebih mapan.

Walaupun in some points, hidupku terasa lebih berat, namun, aku tidak boleh mengeluh. Semakin aku mengeluh, semakin terasa berat hidup ini. Jika kita melihat sisi positif dari hidup dan terus mensyukurinya, maka hidup akan terasa lebih ringan. Berat atau ringannya hidup tergantung pada bagaimana kita menanggapi dan menjalaninya.

Begitulah bagaimana sebuah novel yang alurnya sederhana, ternyata sanggup menginspirasi dan memotivasi hidupku. Itulah sebabnya aku sangat gemar membaca buku – terutama novel, dan aku juga bercita-cita menjadi penulis, agar aku dapat menginspirasi dan memotivasi kehidupan orang lain, seperti para penulis yang menginspirasi dan memotivasi hidupku.

(Here’s the original one)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s