Not Again

Posted: January 9, 2013 in Flash Fictions
Tags: ,

[COPYRIGHTED!]

Joining   : FF2in1

Held by : nulisbuku.com

Status    : Didn’t win

(P.S: I modified it a bit) 

Aku menyusuri lorong sekolahku dengan langkah gontai. Lagi-lagi, hari yang membosankan – bangun pagi, siap-siap ke sekolah, belajar, pulang, kerja PR, tidur. Begitu setiap hari. Aku benar-benar muak.

Tiba-tiba, aku teringat saat hari-hariku yang abu-abu ini dihiasi oleh warna-warna lain. Tapi, warna-warna indah itu sudah pudar. Hari-hari menyenangkan itu sudah berakhir. Aku harus kembali ke lubang kelam ini, sendirian. Dan itu menyakitkan.

Karena masih agak mengantuk dan berjalan sambil menunduk, aku tidak begitu memerhatikan jalanan di depanku. sehingga aku tidak sengaja menabrak seseorang.

Aku segera mendongak. “Sorry, aku ti-” Kata-kataku terputus begitu saja.

Aku merasa mulutku sudah terbuka lebar saat ini, dan mataku tidak berkedip sama sekali. Aku tidak memercayai makhluk yang sedang berdiri di hadapanku sambil tersenyum lebar ini. Lidahku mendadak kelu dan lututku melemas.

“Hello, Cereza. Apa kabar?” sapa pemuda itu riang, seakan tidak pernag terjadi apa-apa di antara kami.

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku berjuta kali, berharap ini hanya mimpi buruk. Tapi, sosok sempurna di hadapanku ini tidak juga menghilang. Aku meneguk ludah, berharap suaraku kembali. “Baik. Sedang apa kau di sini?” tanyaku basa-basi, berusaha terdengar normal.

Pemuda itu kembali tersenyum, memamerkan deretan gigi putihnya yang rapi. “Aku tidak jadi pindah,” sahutnya santai.

Aku merasa jantungku mencelos. “A-apa?!”

Pemuda itu mendesah, lalu menarikku ke lorong yang agak sepi. “Setelah sebulan di sana, aku merasa tidak betah. Aku merasa ada yang kurang. Dan aku sadar, yang kurang itu adalah kehadiran seorang gadis manis yang selalu mengoceh di sampingku. Makanya aku balik untuk mencari gadis itu,” jelasnya panjang lebar.

Aku menatapnya tak percaya, lalu memutar bola mata. “And who’s this girl you’re talking about?”

Pemuda itu kembali mendesah. “Look, I’m sorry, okay? Aku bodoh, mencampakkanmu hanya demi cita-citaku. Tapi sekarang aku sadar, ada yang lebih penting.” Ia mengelus pelan pipiku. “Will you forgive me?”

Dadaku sesak, walaupun pipiku yang disentuh mulai menghangat. Aku mendorongnya menjauh. “Aku bukan barang, yang saat terasa tidak berguna, dibuang begitu saja, lalu ketika diperlukan lagi, dikorek seenaknya dari tempat sampah,” ujarku dengan suara bergetar, berusaha sekuat tenaga menahan tangis.

Pemuda itu berusaha menggapaiku, tapi aku menepisnya dan berlari sekuat tenaga, meninggalkan pemuda itu, meninggalkan sekolah, meninggalkan masa lalu.

Aku berhenti di bawah sebuah pohon yang rindang, lalu terduduk lemas di sana. Aku mengatur nafasku yang terengah sambil menyeka air mata yang berhasil lolos dari pertahanan.

Sial! Memang dia kira dia siapa? Berhak memecah belah harapan orang, lalu kembali lagi untuk memberi harapan baru? Atau lebih tepatnya, harapan palsu Lebih sialnya lagi, ia masih punya pengaruh yang kuat padaku. Sentuhannya masih memberiku sensai yang sama seperti dulu, senyumannya masih sanggup menghipnotisku, dan tatapannya masih sanggup menghanyutkanku.

Aku menggeleng kuat-kuat. Tidak boleh! Aku tidak boleh jatuh ke dalam lubang yang sama. Aku sudah tidak punya hati untuk dihancurkan sekali lagi. Aku memejamkan mataku erat-erat, berharap saat aku membukanya lagi, rasa sakit ini sudah sirna.

(Read the sequel here)

P.S (again): A lil bit about this event. So, I was given a topic and I only got 30 minutes to write a flash fiction, with maximum 500 words long (if I stand corrected). So as you can see, it’s a very short and simple story, and yeah, it is not good, that is why it didn’t win. But I hope you enjoyed it, though! Thanks for reading😀

Comments
  1. Mayya says:

    Halo mbak, ternyata mbak suka nulis fiksi ya, yuk ikutan Giveaway Flash Fiction BeraniCerita.com ya, deadline 21 Feb loh! Jangan ketinggalan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s