Autumn in Paris by Ilana Tan

Posted: March 12, 2013 in Book Reviews
Tags:

[COPYRIGHTED!]

Judul Buku        : Autumn in Paris

Pengarang        : Ilana Tan

Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman  : 272 halaman

 Autumn In Paris

(Semua gambar cover dan identitas buku dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)

Jatuh cinta. Semua orang bisa jatuh cinta. Rasa itu bisa timbul kapan saja, dimana saja, pada siapa saja, tanpa permisi. Saat kita jatuh cinta, kita rela melakukan apa saja demi sang tambatan hati. Dan rasa itu tidak bisa kita atur, tidak bisa kita hilangkan begitu saja. Rasa itu tumbuh sesuka hatinya. Jatuh cinta itu menyenangkan, tapi juga menyakitkan. Saat sudah merasakannya, rasanya kita tidak ingin melepasnya begitu saja. Tapi, bagaimana jika cinta itu terlarang? Bagaimana jika kita jatuh cinta pada orang yang salah, pada orang yang tak boleh kita cintai, misalnya, saudara kita sendiri?

Salah satu karya brilian Ilana Tan yang berjudul Autumn in Paris ini benar-benar mengharukan. Novel ini mengisahkan tentang pahit manisnya cinta antara seorang gadis dan pemuda. Mereka jatuh cinta pada musim gugur di Paris. Rasa cinta itu tumbuh seiring berjalannya waktu, tanpa tahu situasi dan kondisi. Hari-hari mereka dipenuhi oleh manisnya cinta, tanpa tahu jika rasa manis itu menumpuk, dapat berubah menjadi rasa pahit. Ketika rasa cinta mereka itu sudah mencapai puncaknya, sebuah rahasia terungkap, mendorong rasa itu jatuh terperosok ke tanah. Kisah cinta mereka yang manis itu berakhir mengenaskan. Cinta terlarang memang menyakitkan, apalagi ketika sudah dipisahkan oleh maut.

Kisah cinta yang mengharubiru ini benar-benar brilian. Alurnya yang tidak terduga sanggup mengombang-ambing para pembacanya. Setting yang dipilih juga sangat mendukung, Paris, the city of love, ditambah lagi suasana musim gugur yang bisa memberi kesan damai dan sedih di waktu yang bersamaan. Kata-kata yang digunakan benar-benar menyentuh hati, membuat tokoh terasa hidup, menarik pembaca masuk ke dalam cerita, mengalami dan merasakan apa yang dialami tokoh, merangsang emosi-emosi dalam tubuh pembaca.

Tidak ada yang suka sad ending, tapi Ilana sanggup menyajikan sad ending ini dengan baik. Walaupun akhirnya sedih, tapi rasa sedih itu memberi kesan yang dalam di hati pembaca. Saat membalikkan halaman terakhir novel ini, pipi para pembaca akan basah kuyup oleh air mata. Tetapi di balik air mata itu, pembaca akan tersenyum puas, dan bertepuk tangan atas karya cemerlang Ilana Tan ini.

Sampulnya yang bernuansa cokelat mendukung suasana musim gugur. Gambar sepasang kekasih yang duduk di bangku taman dengan pemandangan Paris di belakangnya memberi kesan romantis tersendiri di mata pembaca. Benar-benar menggugah hati.

Saya sangat merekomendasikan novel ini kepada siapa saja. Saya jamin Anda tidak akan menyesal membaca novel ini. Tidak heran novel ini selalu mendapat gelar bestseller dari tahun ke tahun. Walaupun Anda bukan pecinta novel romance ataupun sad ending, saya yakin sudut pandang Anda akan berubah setelah membaca novel ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s