Define ‘Friendship’

Posted: March 12, 2013 in Flash Fictions
Tags:

[COPYRIGHTED!]

Joining  : Ngerumpi Days Out 2012 Writing Competition

Held by : ngerumpi.com

Status    : Didn’t win 

(P.S: I modified it a bit) 

Ah, pagi yang indah – udara yang segar, langit yang biru dengan awan-awan putih bersih yang menghiasinya, burung-burung yang berkicauan, pohon-pohon rindang yang melambai-lambai… Sungguh suasana yang nyaman. Aku sedang mendayuh sepedaku bersama teman terbaikku, Jeremy, menuju toko buku favorit kami.

Sesampainya di sana, kami memarkirkan sepeda kami dan memasuki toko buku itu. Berbagai jenis buku duduk manis di rak-rak yang berjejeran rapi. Setelah kami memilih buku yang kami inginkan dan membayarnya, kami pun berjalan keluar.

Kami baru saja menginjakkan kaki di  luar toko, ketika tiba-tiba seseorang menubruk Jeremy dengan kencang, hingga ia hampir saja kehilangan keseimbangan. Untung aku dapat menahan dan membantunya berdiri kembali. Ia mengimbangi tubuhnya, lalu mecari-cari sesuatu.

“Dia mengambil dompetku!” teriaknya tiba-tiba.

Tanpa pikir panjang, Jeremy langsung mengejar pencopet itu. Aku panik, lalu ikut mengejarnya. Kami berhenti di sebuah jalan buntu dan si pencopet terkepung di sana.

Jeremy mendekatinya perlahan. “Kembalikan dompetku!” bentaknya.

Si pencopet terlihat waspada, lalu mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. Sebuah benda kecil berwarna silver yang terlihat tajam.

Oh no, be careful, Jer, batinku.

Si pencopet itu mulai menodongkan pisaunya ke arahku dan Jeremy. Dengan sigap, Jeremy langsung menendang tangannya dan pisau itu pun terjatuh. Si pencopet telihat panik, lalu Jeremy menendang perutnya hingga si pencopet jatuh tersungkur di tanah.  Jeremy mengambil dompetnya dari saku si pencopet, lalu berbalik ke arahku dengan senyuman bangga.

Aku mendesah lega. “Ayo kita pergi sebelum dia pulih,” ajakku.

Ketika kami berbalik, tiba-tiba saja si pencopet itu berdiri, lalu mengambil pisaunya dan menusuk punggungku. Jeremy hendak melawan, tetapi si pencopet dengan lincah menggoreskan pisaunya pada lengan Jeremy, lalu kabur dengan dompet Jeremy di genggamannya.

Aku merasakan darah yang mengalir deras dari punggungku. Rasa sakitnya mulai melumpuhkanku, membuat kakiku tidak sanggup lagi menahan bobot tubuhku.  Jeremy dengan sigap menggendongku, lalu berlari – berlari dengan sangat kencang, hingga aku tidak dapat melihat kemana arah yang ia tuju. Pandanganku mulai kabur, dan kemudian semuanya gelap.

Aku membuka mataku perlahan. Pandanganku masih belum terlalu jelas, tetapi aku dapat melihat dinding-dinding yang putih.

“Jen, kamu udah sadar?” Sebuah suara familiar menggema di telingaku.

Aku mengedipkan mataku beberapa kali hingga pandanganku mulai jelas.

“Masih sakit, Jen?” tanya suara itu lagi.

Aku mengernyit. “Dimana ini? Apa yang terjadi?” tanyaku.

“Kita lagi di rumah sakit,” sahut Jeremy singkat. “Untung aku cepat membawa kamu ke sini, or you might lost a lot of blood.”

Aku mengangguk-angguk, lalu tiba-tiba teringat sesuatu. “Tanganmu kan, juga luka. Udah diobatin belum? Terus, dompetmu gimana?”

Jeremy tersenyum tipis. “Tenang aja, udah nggak apa-apa kok. Soal dompetku, biarin ajalah, yang penting kamu selamat.”

“Wah, gara-gara aku, dompetmu hilang, deh. Sorry,” ujarku penuh rasa bersalah.

Jeremy mengerutkan dahi. “Bukan salahmu, kok. Nggak perlu sampai segitunya, kali,” ujarnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

AKu tersenyum tipis. “Thanks, ya.”

Jeremy mengangkat bahu. “No worries, that’s what friends are for,”  sahutnya sambil tersenyuman tulus.

P.S (again): The limit was 200 words, so that’s why it’s really short and simple. But I hope you still enjoyed it. Thanks for reading😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s