Autumn Once More by Ilana Tan, dkk

Posted: June 8, 2013 in Book Reviews
Tags: ,

[COPYRIGHTED!]

Judul Buku        : Autumn Once More

Pengarang         : Ilana Tan, aliaZalea, Ika Natassa, dkk

Penerbit            : Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman  : 232 halaman

Autumn Once More

(Semua gambar cover dan identitas buku dalam review-review novelku bersumber dari Goodreads)

Autumn Once More adalah sebuah buku yang berisi kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh penulis-penulis andalan Metropop. Buku ini berisi tiga belas karya cemerlang yang menggugah hati.

Cerita pertama dikisahkan oleh Aliazalea, seorang penulis yang berprofesi sebagai dosen psikologi di Malaysia. Cerpennya yang berjudul Be Careful What You Wish For mengisahkan tentang seorang gadis yang diam-diam naksir dengan teman sekantornya. Namun, gadis itu hanya bisa mengagumi dari jauh, tidak berani berinteraksi dengan pria itu. Tetapi takdir berkata lain. Ia terus dipertemukan dengan pria itu.

Cerpen ini menarik, dari segi deskripsi dan gaya bahasa yang digunakan penulis. Bahasanya mudah dicerna, sehingga pembaca akan merasa mengalir bersama alur cerita. Pendeskripsiannya juga detail. Namun, dari segi isi cerita, tidak terlalu unik, tidak ada yang WOW. Endingnya pun menggantung, membuat pembaca tidak begitu puas dengan akhirnya.

Cerita kedua dibawakan oleh Anastasia Aemilia, penulis novel Katarsis, menyajikan cerpen dengan judul Thirty Something, yang mengisahkan dua orang sahabat, Erik dan Rachel, yang saling jatuh cinta. Sayangnya, mereka tidak ditakdirkan bersama. Rachel telah dijodohkan dengan orang lain, dan Erik harus pindah ke Jepang karena urusan kerja.

Cerpen ini sarat akan hal romantis dan manis. Alurnya menarik, membuat pembaca merasa penasaran dan tertarik untuk membaca sampai habis.  Tokoh-tokoh yang dihadirkan juga terasa hidup, memiliki karakter tersendiri yang dideskripsikan melalui tindakan dan pikiran tokoh.

Stuck with You, ditulis oleh Christina Juzwar, penulis novel Love Lies dan Kumcer Teenlit Bukan Cupid. Cerpen ini menceritakan tentang Lita, yang terus terjebak dalam situasi yang tidak mengenakkan dengan atasannya yang jutek, Ares. Tapi ternyata, dibalik semua kesialannya itu, ada hal baik yang menunggunya.

Another love story, kali ini antara atasan dan bawahannya. Cukup menarik, namun ada adegan yang diulang-ulang, seperti kejadian terjebak di lift. Agak aneh, bukan, jika seseorang bisa terjebak di lift sampai tiga kali dengan orang yang sama? Adegan yang berulang-ulang membuat ceritanya kurang kreatif dan membosankan, namun adegan tersebut termasuk unik juga. Tokoh cowok yang jutek, tapi diam-diam perhatian juga, merupakan jenis tokoh yang menarik, terutama untuk kalangan perempuan.

Jack Daniel’s vs Orange Juice, karya Harriska Adiati, editor fiksi di Gramedia Pustaka Utama, mengisahkan tentang seorang pria, yang tadinya suka minum minuman keras dan merokok, menghentikan semua aktivitas tidak baiknya itu demi merebut hati seorang gadis, yang merupakan anak dari tetangga barunya. Namun, apa daya, ketika akhirnya gadis itu ternyata sudah dijodohkan dengan orang lain.

Berbeda dengan cerpen-cerpen sebelumnya, cerpen yang ini menggunakan sudut pandangan tokoh laki-laki, membuatnya lebih manis, karena pembaca dapat mendalami sang tokoh laki-laki, yang biasanya terkesan lebih romantis. Kisah ini agak menyedihkan, karena perjuangan sang tokoh demi merebut cintanya berakhir sia-sia. Namun, itulah sisi romantisnya, seseorang yang berubah demi cinta.

Tak Ada yang Mencintaimu Seperti Aku, dibawakan oleh seorang penerjemah dan editor fiksi di GPU, Hetih Rusli. Cerpen ini mengisahkan seorang pria yang sangat mencintai pasangannya. Sering memerhatikannya dari jauh, memberikan segenap cinta dan perhatiannya untuk wanita yang dicintainya itu, namun akhirnya dicampakkan begitu saja. Tetapi, setelah ditinggalkan pun, ia masih memerhatikan wanita tambatan hatinya itu.

Cerpen ini kembali disajikan lewat sudut pandang tokoh laki-laki, yang membuatnya lebih romantis. Alurnya menarik, maju mundur, disisipi dengan flashback-flashback di waktu yang tepat. Akhirnya menyedihkan, dimana sang pria masih tetap mencintai wanita yang telah menyakiti hatinya. Namun, kisah ini sudah sering diangkat, sehingga kurang unik dan WOW.

Critical Eleven oleh Ika Natassa, termasuk cerpen terbaik dalam buku ini. Jelas saja, cerpen ini ditulis oleh penulis novel yang berbakat dan sering menerima penghargaan. Cerpen ini mengisahkan tentang pertemuan dua insan pada suatu penerbangan di sebuah pesawat. Mereka mengobrol dan menemukan banyak kecocokan di sana. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang memberi kesan mendalam pada sang gadis, yang terus mengingatnya di hari-hari selanjutnya.

Ceritanya simpel saja, hanya pertemuan dua orang di pesawat, dan obrolan-obrolan mereka. Namun, kata-kata yang digunakan memiliki makna yang mendalam di hati pembaca. Dapat ditemukan kutipan-kutipan menarik di dalam cerpen ini. Cara penulis menyajikan tokoh-tokohnya juga menarik. Bagaimana kedua tokoh yang ada memiliki pemikiran masing-masing.

Dan ini dia puncak dari kumpulan cerpen ini. Autumn Once More karya penulis novel bestseller, Ilana Tan. Pernah membaca novelnya yang berjudul Autumn in Paris? Nah, cerpennya yang satu ini menceritakan salah satu adegan dari novel itu, yang tidak terceritakan di dalam novel, yaitu ketika Tatsuya berjalan-jalan dengan Tara di Disneyland Paris. Saat itu, Tara dan Tatsuya belum lama mengenal, tetapi sudah cukup dekat. Mereka bersenang-senang tanpa beban, belum mengetahui konflik yang akan mereka hadapi di masa depan. Dan saat itulah, Tatsuya mengaku jatuh cinta pada Tara, tapi menyimpannya untuk diri sendiri.

Seperti biasa, karya Ilana Tan selalu menggetarkan jiwa dan raga para pembacanya. Caranya menyampaikan isi pikirannya melalui tokoh, itu yang membuatnya menarik. Bahasanya yang mengalir dan menghipnotis, mengayun-ayunkan pembaca ke awang-awang. Tokoh-tokoh yang ia ciptakan juga selalu berkarakter, memiliki sifat yang unik dan nyata, juga latar belakang yang realistis. Pilihan katanya yang menyentuh hati, juga bagaimana ending yang ia sajikan tak pernah tertebak, membuat pembaca selalu merasa puas setiap kali selesai membaca karya-karyanya.

Her Footprints on His Heart karya Lea Agustina Citra, juga tidak kalah bagus. Penulis berlatar pendidikan psikologi ini menyajikan cerita mengenai pasangan yang sedang dalam masa mempersiapkan pernikahan mereka. Ariana dan Rendy, pasangan yang saling mengasihi, Namun, di tengah kesibukan mereka itu, muncul mantan kekasih Rendy, yang juga adalah cinta pertamanya, dan musuh bebuyutan Ariana. Hal itu membuat Ariana cemas, takut kalau-kalau calon suaminya masih mencintai si mantan. Namun di akhir, Rendy berhasil membuktikan kalau cintanya hanya untuk seorang, yaitu calon istrinya.

Alur ceritanya menarik, dan bagaimana penulis menyajikan ceritanya jenius. Sang penulis tahu kapan harus memberikan informasi. Informasi yang diperlukan akan muncul di waktu yang tepat, jadi sempat membuat pembaca merasa penasaran, lalu mengangguk-angguk mengerti dan berdecak kagum setelahnya. Endingnya juga memuaskan, membuat pembaca tersenyum haru setelah selesai membacanya.

Love is a Verb adalah karya persembahan dari Meilia Kusumadewi, salah satu penulis di GPU. Cerpennya ini mengisahkan kisah cinta antara Timal dan Rangga yang mulai mendingin. Timal merasa tidak diperhatikan oleh Rangga, kekasihnya, yang memang pembawaannya cuek. Akhirnya kisah cinta mereka pun berakhir dengan alasan yang tidak logis. Itu membawa penyesalan tersendiri di hati keduanya. Dan cinta sejatilah yang memenangkan perang.

Perkara Bulu Mata oleh Nina Addison, penulis novel Morning Brew, mengisahkan tentang Vira yang sedang patah hati. Di tengah gundah gulananya itu, Jojo, sahabatnya dari kecil, menghiburnya. Saat itulah benang merah mereka terpaut, setelah sekian lama bersahabat tanpa merasakan apa-apa. Awalnya hanya Vira yang menyadarinya, tetapi ketika hal itu malah merusak persahabatannya, ia memilih untuk mengenyampingkan perasaannya itu. Tapi akhirnya, Jojo pun menyadarinya.

Cerpen yang ini unik, karena menggunakan beberapa sudut pandang sekaligus. Dan lompatan sudut pandang itulah yang membuatnya misterius, dimana kita hanya mengetahui lewat satu sudut pandang, tidak yang lain. Dan sudut pandang yang disorot pun menyimpan rahasia masing-masing, yang menggugah rasa penasaran pembaca.

The Unexpected Surprise karya Nina Andiana, editor di GPU, mengisahkan tentang seorang anak yang tidak memiliki hubungan yang baik dengan ibunya. Pada hari ulang tahun ibunya, semua rahasia terungkap, membuatnya merasa menyesal akan perlakuannya terhadap ibunya selama ini. Hubungan mereka pun pulih, menjadi jauh lebih baik dari yang semula.

Cerpen ini adalah satu-satunya cerpen di buku ini yang tidak tersentuh nuansa romantisme. Kisahnya sederhana saja, namun sarat akan pesan moral, mengenai hubungan kita dengan keluarga, terutama orangtua – Ibu. Nina berhasil membuktikan bahwa cerpen yang bagus tidak harus membawa-bawa suasana romantisme antara sepasang kekasih.

Senja yang Sempurna karya Rosi L. Simamora kembali memenuhi udara dengan suasana romantisme. Kisah ini menceritakan seorang pria yang menutup pintu hatinya rapat-rapat. Ia bahkan tidak mau membuka hatinya untuk seorang wanita yang mencintainya dengan tulus dan segenap hatinya. Saat ia akhirnya sadar dan mulai membuka pintu hatinya, semuanya sudah terlambat.

Satu lagi kisah yang menyayat hati, dengan ending yang menyedihkan. Cerpen ini unggul pada pendeskripisan dan pemilihan kata-kata. Pendeskripsiannya yang detail menarik masuk pembaca ke dalam cerita. Pembaca dapat dengan mudah membayangkan suasana yang dihadirkan oleh sang penulis.

Cinta 2×24 jam, cerpen terakhir yang menjadi penutup dalam buku ini, karya Shandy Tan, memberikan aura tersendiri yang berbeda dari cerpen-cerpen sebelumnya. Cerpen ini mengisahkan tentang seorang pria yang nyaris sempurna. Pria ini dideskripsikan oleh seseorang yang misterius, yang mengetahui segalanya, tetapi tidak berinteraksi. Si misterius ini jatuh cinta pada sang pria, dan memerhatikan tiap gerak-geriknya. Namun, akhirnya rahasia terungkap dan memberikan akhir yang tidak terduga.

Jelas mengapa cerpen ini dijadikan penutup, karena cerpen ini yang paling berbeda dan unik. Cerpen ini unggul pada akhir cerita yang sama sekali tidak tertebak oleh pembaca, membuat pembaca ternganga setelah selesai membacanya. Penyajiannya yang menyimpan rahasia menggelitiki saraf ingin tahu pembaca, lalu menggebrak pembacanya dengan kenyataan yang tidak terduga.

Satu buku, banyak cerita. Jelas akan sangat puas untuk dibaca. Saya merekomendasikan buku ini kepada segala jenis kalangan, karena setiap cerita mempunyai kisah tersendiri, dan semuanya menakjubkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s