Refrain (2013)

Posted: July 10, 2013 in Movie Reviews
Tags: , , ,

[COPYRIGHTED!]

Judul Film          : Refrain

Produksi            : Maxima Pictures

Sutradara          : Fajar Nugros

Penulis Skrip      : Haqi Achmad

Adaptasi dari      : Novel ‘Refrain’ by Winna Efendi

Film Refrain

(http://www.youtube.com/watch?v=7waniQXMbxE)

Refrain. Setiap kali mendengar satu kata itu disebut, yang muncul di benakku hanya satu – kisah Niki, Nata dan Anna. Orang lain mungkin akan berpikir, “Oh, refrain itu kan, bagian dari lagu yang diulang-ulang. Reff. Chorus.” Memang itu arti asli dari kata ‘Refrain‘, tapi, yang pertama kali kuingat adalah novel ketiga kak Winna Efendi yang akhirnya difilmkan ini.

Aku sudah membaca novelnya, yang langsung masuk ke dalam list novel favoritku. Bisa dibilang aku fans berat kak Winna, jadi, saat  mendengar rumor Refrain akan difilmkan, aku langsung bersorak-sorai (literally). Padahal, aku tidak begitu menyukai film loka. Kebanyakan novel Indonesia yang difilmkan berakhir kurang memuaskan. Setelah meningat fakta-fakta itu, semangatku langsung ciut. Aku takut film Refrain tidak sebagus ekspektasiku.

Suatu hari, aku menemukan fanbase official untuk film Refrain di twitter. Di sana, diupdate perkembangan film Refrain, mulai dari pemain-pemainnya, kru yang bertugas, serta foto-foto selama syuting. Semakin dilihat,  aku menjadi semakin tertarik. Pemain-pemainnya good looking, dan setting yang digunakan juga kelihatan menarik. Apalagi, salah satu adegannya berlatar di Vienna, Austria. Awalnya, aku kurang setuju dengan pemainnya, karena agak berbeda dari ekspektasiku. Tapi, setelah dilihat-lihat, ternyata cocok juga. Apalagi pemain Olivernya – Maxime Bouttier. Ganteng!

Aku pun kembali bersemangat menanti-nanti film ini. Sayangnya, saat film ini akhirnya dirilis, aku belum bisa langsung menontonnya, karena aku sudah berjanji untuk menontonnya dengan temanku. Aku menjadi semakin tidak sabar untuk menontonnya. Akhirnya, aku menonton film ini di hari tayang kelima, yaitu pada hari Selasa, 25 Juni 2013.

Film dan novel memang tidak bisa seratus persen sama. Jelas ada bagian dari novel yang ditiadakan di film, atau dipersingkat. Novel selalu lebih rinci, sedangkan film harus lebih memerhatikan sisi entertainment – jangan sampai membuat penonton bosan. Karena faktor-faktor itulah, film Refrain menjadi berbeda dari novelnya. Namun, tetap saja ada bagian yang sama, dan aku merasa senang saat mengenalinya.

Film ini diawali dengan monolog Niki, tokoh utama cewek di film ini, yang diperankan oleh Maudy Ayunda. Ia menceritakan kedekatannya dengan sahabat masa kecilnya, Nata – tokoh utama cowok yang diperankan oleh Afgansyah Reza. Mereka sudah bersahabat sejak kecil dan melakukan hampir segalanya bersama. Rumah mereka bersebelahan, dan setiap pagi, Nata akan mengantar-jemput Niki ke sekolah dengan sepedanya.

Suatu hari, sekolah mereka kedatangan murid baru – Anna. Dan Anna pun masuk ke dalam lingkaran Niki-Nata dengan mudahnya. Anna diam-diam memiliki perasaan pada Nata, yang sayangnya sudah terlebih dahulu memiliki perasaan pada Niki. Sedangkan Niki, ia terlalu sibuk untuk mencari cinta pertamanya. Niki yang penasaran bagaimana rasanya jatuh cinta, akhirnya bertemu dengan Oliver, kapten basket dari sekolah lain. Mereka semakin akrab, dan akhirnya berpacaran. Ini membuat Nata menjadi uring-uringan, dan akhirnya persahabatan mereka pun merenggang.

Persahabatan mereka menjadi semakin kacau setelah Nata akhirnya mengetahui bahwa Anna menyukainya, tetapi ia menolak, dan mengatakan bahwa ia menyayangi Niki. Niki mendengarnya dan marah, lalu mulai menjauh. Niki bingung, mengapa persahabatan mereka menjadi kacau begitu. Saat prom, Niki yang seharusnya datang dengan Oliver, akhirnya pergi sendirian karena Oliver sakit. Sesampainya di sana, ia malah menemukan Oliver – yang ternyata tidak sakit, datang dengan Helena, salah satu teman Niki. Niki sakit hati, membuat emosi Nata tersulut, lalu menonjok Oliver.

Setelah itu, Nata- yang ternyata diterima di sekolah musik di Vienna, memberitahukan kepergiannya pada Niki, dan mereka pun berpisah. Selepas kepergian Nata, Niki menemukan amplop biru berisi surat dari Nata, yang menyatakan perasaannya. Niki mulai merasa kehilangan, dan menyadari bahwa ia juga memiliki perasaan khusus untuk Nata.

Beberapa tahun kemudian, Niki yang tampak lebih dewasa, tidak sengaja menemukan amplop biru dari Nata, dan memutuskan untuk menyusul Nata ke Vienna. Di akhir cerita, Nata dan Niki kembali dipertemukan, dan saling jujur pada perasaan mereka masing-masing.

Ada beberapa adegan dan tokoh di novel yang ditiadakan, dan endingnya juga dibuat berbeda. But overall, aku tetap merasa puas.  Kisah di novel dikemas dengan baik dalam bentuk film. Full of surprises. Sayangnya, adegan yang diambil di Vienna agak pecah, namun selebihnya tidak masalah. Dan yang membuat film ini lebih unggul dari film Indonesia lainnya adalah, film ini tidak pelit, jadi tidak tanggung-tanggung memilih setting. Selain itu, aksesori-aksesori yang digunaka dibuat semirip mungkin dengan yang dideskripsikan di dalam novel, sehingga semuanya terasa mendukung dan sinkron. Poster filmnya pun terlihat sangat menarik, sudah hampir setara dengan film-film luar negeri. Salut!

Aktor dan aktrisnya juga mendalami karakter dengan baik. Film ini bahkan membuatku jatuh cinta pada tokoh Anna yang kalem dan Oliver yang keren. Walaupun kadang terasa agak kaku, namun akhirnya tetap saja bagus. Soundtracknya juga menarik. Liriknya disesuaikan dengan isi ceritanya. Film ini film lokal terbagus yang pernah kutonton. Recommended!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s